Jumat, 31 Maret 2023

Bahagia

 Rasa bahagia terus menjadi-jadi. Bahagia pada diri sendiri dan atau bahagia pada apapun yang terjadi. Meluapkan rasa bahagia,  yang memang, bahagia itu kita racik sendiri. Atur takaran kebahagiaan, atur rempah-rempah rasa yang membuat cita rasa yang beragam. Aku bahagia karna mengenal dan memilikmu.

Berjumpa dan bertemu denganmu, membuat langkah kakiku semakin nyaman meski pelan, semakin pasti. Memandangi lukisan-lukisan dengan pemaknaan serta sudut pandang kita berdua mengasyikan juga. Dengan keletihan dan kepenatan yang terjadi, terasa terobati dan menjadi fresh kembali. Sebab, aku bahagia denganmu.

Obrolan di belakang kampus  ditemani hujan adalah yang terbaik. Suara dan senyum indah menjadi pengiring dari obrolan yang menjadi santapan utama. Kuharap, kaupun bahagia. Karna, aku bahagia bersamamu.

Selepas hujan yang membasahi beberapa bagian pakaian dan tubuh kita, aku mengajakmu untuk berfoto bareng. Foto kita berdua yang pertama. Sering kali melihat foto itu, menjadikan aku semakin bahagia menjadi-jadi. Sebab, aku bahagia bersamamu.

Yaps, aku bahagia bersamamu. ^^


Selepas hujan, Maret 2023

Sabtu, 04 Maret 2023

Bermula (1)

 Dalam beberapa minggu, selepas aku mencoba untuk melangkah dan atau membuka kembali dunia sejarah dengan cara yang berbeda. Karna memang, sejarah itu akan terulang kembali dengan cara dan orang yang lebih menajubkan. Entah itu dari aku yang mulai mencintaimu dan atau kau yang mulai menyadari bahwa aku mencintaimu.

Ku berikan puisi-puisi cintaku padamu. Bukan bermaksud karena aku tidak mempunyai cukup uang untuk memberikanmu coklat atau bunga. Tapi, aku sudah yakin bahwa jika kau adalah yang lebih indah dan mewangi dari pada bunga. Jika bunga dirumahku hanya aku simpan diluar. Tapi jika kau adalah bunga, maka aku adalah tempat yang elok untuk memperindah dan mempercantik dirimu.



Yang pantas menyebutkan dirimu cantik hanyalah ibumu, ayahmu dan aku seorang saja. Yang lainnya tak perlu sadar bahwa kau adalah wanita tercantik. Meski kau jarang mandi jika lepas adzan maghrib, meski kau lupa memakai make up, atau bahkan kau lupa berdandan, kau tetaplah cantik.

Meski kita berada dalam satu kampus yang sama, bahkan fakultas kita berdampingan. Kita jarang bertemu. Aku rasa, memang harus seperti itu. Biarlah rindu memupuk, biarlah asa berkata, biarlah ayal menuliskan bahwa aku mencintaimu. Tak usah kita terlalu sering bertemu. Satu minggu sekalipun, aku etap bahagia sekali. Mungkin kaupun merasakan itu.

Bahagia

 Rasa bahagia terus menjadi-jadi. Bahagia pada diri sendiri dan atau bahagia pada apapun yang terjadi. Meluapkan rasa bahagia,  yang memang,...