Dalam beberapa minggu, selepas aku mencoba untuk melangkah dan atau membuka kembali dunia sejarah dengan cara yang berbeda. Karna memang, sejarah itu akan terulang kembali dengan cara dan orang yang lebih menajubkan. Entah itu dari aku yang mulai mencintaimu dan atau kau yang mulai menyadari bahwa aku mencintaimu.
Ku berikan puisi-puisi cintaku
padamu. Bukan bermaksud karena aku tidak mempunyai cukup uang untuk
memberikanmu coklat atau bunga. Tapi, aku sudah yakin bahwa jika kau adalah
yang lebih indah dan mewangi dari pada bunga. Jika bunga dirumahku hanya aku
simpan diluar. Tapi jika kau adalah bunga, maka aku adalah tempat yang elok
untuk memperindah dan mempercantik dirimu.
Yang pantas menyebutkan dirimu
cantik hanyalah ibumu, ayahmu dan aku seorang saja. Yang lainnya tak perlu
sadar bahwa kau adalah wanita tercantik. Meski kau jarang mandi jika lepas
adzan maghrib, meski kau lupa memakai make up, atau bahkan kau lupa berdandan,
kau tetaplah cantik.
Meski kita berada dalam satu
kampus yang sama, bahkan fakultas kita berdampingan. Kita jarang bertemu. Aku rasa,
memang harus seperti itu. Biarlah rindu memupuk, biarlah asa berkata, biarlah
ayal menuliskan bahwa aku mencintaimu. Tak usah kita terlalu sering bertemu. Satu
minggu sekalipun, aku etap bahagia sekali. Mungkin kaupun merasakan itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar